Menghentikan Kecanduan KPOP

 

Kecanduan k-pop dialami secara bertahap.  Mulai dari iseng mendengarkan lagunya dan musik video, melihat penampilan live, bergabung ke grup fandom, rutin melihat acara live, mengoleksi foto, membeli kaset dan aksesoris hingga nonton konser.

Hampir 10 tahun saya mendengar dan melihat musik kpop, saya lakukan ini selama bertahun-tahun.  Segi positifnya saya mempelajari cara baca hangul dan sampai sekarang bisa membaca hangul.

Saya mengalami ketagihan kpop, menghabiskan waktu untuk melihat vidio dan kepoin idola dan bias smape2 HP saya isinya hanya lagu,mv dan foto bias. Fotonya juga saya pakai buat foto profil medsos.


Alasan ketagihan kpop dan alasan berhenti 

Pada awalnya saya hanya iseng mendengarkan lagunya dan kemudian mendalami kpop bahkan hingga budayanya. Saya juga membaca dan mendegar tentang sifat baik idol juga perjuangan mereka untuk menjadi seorang idol.
Itulah yang membuat saya makin nge fans dengan idol

Ketagihan kpop saya mulai hilang setelah saya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Saat itu saya cukup sibuk dengan kuliah hingga waktu menonton idol favorit saya berkurang.

Pada saat itu penyesalan juga mulai muncul.  Saya mengalami kesulitan melakukan kegiatan harian seperti masak, cuci, setrika, pel dll. Itu karna dulu saya jarang membantu ortu karna sibuk dengan dunia kpop

Penyesalan lainnya, saya melihat ortu sudah semakin tua dan akhirnya bertekat untuk menghentikan kecanduan kpop agar fokus ke masa depan. Timbul keinginan membanggakan orang tua yg telah membesarkan dari bayi. Saya seperti ga pernah menbanggakan ortu, saya sadar manusia tidak akan hidup selamanya. Saya ingin berubah sebelum semuanya terlambat

Intinya kecanduan kpop bisa diobati dengan melakukan kegiatan lain, menyibukan diri dengan kegiatan lain dll.

 

Kpop itu tidak salah, yang salah itu adalah kalian yang tak bisa mengontrol waktu.


Komentar